Pemrograman
HTML
PEMROGRAMAN
BERBASIS WEB
Rumpun bahasa pemrograman berbasis web:
1. Client
side : bisa langsung dijalankan pada komputer (PC) tanpa memerlukan
server web.
Contoh:
HTML, Java Script, Visual Basic Script (Vbs), dll
2. Server
side : program harus diletakkan pada direktori server web dan
segala operasionalnya diatur oleh server web.
Contoh :
PHP (freeware), ASP (microsoft), JSP (Java – Sun Micro System),dll
Catatan: dalam pembuatan suatu programan aplikasi
berbasis web dimungkinkan menggunakan banyak bahasa pemrograman.
Contoh kolaborasi berbagai bahasa
pemrograman web dalam suatu aplikasi:
● Penanganan logika pemrograman ( IF, LOOP,
dll) menggunakan PHP
● Menampilkan gambar, tabel, hyperlink
menggunakan HTML
● Mempercantik tampilan seperti Menu
PullDown menggunakan Java Script.
KEBUTUHAN
APLIKASI UNTUK PEMROGRAMAN WEB
1. Editor :
sebagai media untuk menulis program, bisa berupa editor text atau editor
program.
contoh :
● Notepad (Editor Text pada Windows)
● Side Kick (Editor Text pada DOS)
● PHPed (Editor Program pada Windows)
● Editor Frontpage (Editor Script pada
aplikasi Fontpage)
● Quanta, Bluefish, Screem (Editor web di
Linux)
1. Browser : media untuk melihat hasil tampilan
pemrograman.
Contoh :
●
Internet
Explorer, MSN browser (Windows)
●
Netscape,
Mozilla, Firefox, Opera (berbagai sistem operasi ada)
●
Konqueror,
Dillo (Linux)
●
LYNX
(browser dengan tampilan berbasis text, bisa untuk browsing internet di Linux
dan berbagai sistem operasi dengan mode kerja Text)
●
Mosaic
(browser pertama yang merupakan cikalbakal browser yang ada sekarang).
Catatan:
Dalam pengetesan hasil
pemrograman sebaiknya diuji menggunakan lebih dari satu browser, misalnya
Internet Explorer dan Netscape.
NAVIGASI
PADA BROWSER
1
3
4
5
6
2
7
Keterangan:
1. Tombol
“Back” : tombol
untuk membuka halaman web yang telah dibuka sebelumnya.
2. Tombol
“Next” : tombol
untuk membuka kembali halaman web yang telah dibuka sebelumnya dari halaman web
yang ditampilkan dengan menekan tombol “Back”.
3. Tombol
“Stop” : Menghentikan
proses menampilkan (loading) halaman web.
4. Tombol
“Refresh” : Mengulang proses menampilkan (loading)
halaman web.
5. Tombol
“Home” : Memanggil
halaman web yang diset sebagai halaman web yang otomatis tampil ketika browser
diaktifkan.
Pengesetan
halaman web “Home” pada browser Internet Explorer:
1. Aktifkan perintah: Menu:\ Internet option
hingga muncul tampilan seperti gambar samping
2. Ketik alamat web di kotak “Address”
3. Klik tombol “Apply” lalu “Ok”.
6. Kotak
Address : Tempat untuk menuliskan halaman web yang
akan ditampilkan
7. Tombol
“GO” : Tombol yang digunakan untuk mengawali proses menampilkan
website yang didefinisikan di kotak address dengan cara di-klik.
DOKUMEN
HTML
Setiap dokumen HTML memiliki extensi file
*.HTML atau *.HTM. Maka dari itu untuk setiap penyimpanan program HTML harus
disimpan dengan format penamaan file: namafileprogram.HTML
HTML kepanjangan dari Hyper Text Markup
Language yang dapat diartikan sebagai “Bahasa untuk menampilkan Tulisan / Text
yang bersifat Hyper. HTML adalah sebuah format dokumen. Dokumen HTML dapat
ditampilkan dimedia Internet menggunakan aplikasi browser. Karena bisa
ditampilkan di Internet maka dokumen ini bersifat “publik” atau bisa digunakan
bersama-sama dalam sekali waktu. Sifat ini berbeda dengan Dokumen Ms. Word yang
bersifat “Personal”, hal ini karena fungsi dari dokumen Ms.Word adalah untuk
dicetak dan digunakan (dibaca) oleh orang perorang.
Dari pemahaman diatas dapat diketahui
bahwa pemrograman HTML adalah bahasa pemrograman untuk membuat sebuah dokumen.
Jadi pemrograman HTML bukanlah pemrograman logika komputer. Hal ini berarti
pada HTML tidak mengenal perintah-perintah logika komputer seperti: pencabangan
(IF .. Else), perulangan/looping (Do … While / For … Next, dll) dan bahkan juga
tidak bisa memproses penjumlahan, pengurangan, pengalian maupun pembagian.
Perintah-perintah
pemrograman HTML adalah perintah untuk mengatur tampilan dan isi suatu dokumen
untuk keperluan web di internet. Isi dari dokumen HTML antara lain:
●
Text
dan Paragrap
●
Gambar,
suara dan berbagai bentuk multimedia lainnya
●
Tabel
dan Frame
●
Hyperlink
(penghubung antar halaman web), dll
Dokumen HTML memiliki 2 bagian yaitu
bagian HEAD dan BODY. Bagian HEAD adalah bagian dokumen untuk menempatkan
perintah-perintah yang berhubungan dengan informasi dokumen seperti perintah
TITLE, META, dll. Sedangkan untuk bagian BODY adalah untuk menempatkan perintah
pendefinisian dan pengaturan isi dokumen seperti: Text, Paragrap, Gambar,
Tabel, Frame, Hyperlink, dll.PEMROGRAMAN
HTML
Latih1.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Mencoba HTML </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Hallo, Tulisan ini dibuat dengan
perintah HTML
</BODY>
</HTML>
Keterangan:
1. Ketik perintah diatas dengan Notepad atau
sembarang Editor
2. Simpan dengan nama file beserta
extensinya: “.html” ( wajib ! ) dan
jangan hanya nama filenya saja.
Contoh: filename=
Latih1.html
3. Untuk menampilkan di browser, pilih salah
satu cara:
a. Buka folder tempat menyimpan file html
yang bersangkutan kemudian cari filenya, jika sudah ketemu klik 2x hingga
secara otomatis akan ditampilkan dibrowser.
b. Aktifkan browser (misal:internet explorer). Dari Menu pilih
File\Open kemudian ketik lokasi file html pada kotak “Open” atau klik tombol
“Browse” untuk mencari lokasi file secara interaktif.
●
Penulisan
perintah HTML tidak bersifat Case Sensitife. Hal ini berarti perintah HTML
dapat diketik dengan huruf besar atau kecil. Namun sudah menjadi standar pada
umumnya Website profesional, perintah HTML diketik dengan huruf Kapital.
●
Perintah
HTML diapit dengan tanda kurung “ < ” dan “ > ”.
●
Hampir
semua perintah HTML berupa perintah pasangan pembuka dan penutup. Perbedaan
perintah pembuka dengan penutup adalah untuk perintah penutup ditambahkan tanda
“slash” ( / ) pada awal perintah. Setiap objek yang diatur oleh perintah yang berpasangan harus
diletakkan diantara perintah pembuka dan penutup.
Perintah
pembuka
Perintah
penutup
Contoh: <center> perintah menengahkan </center>
●
Hampir
semua perintah HTML memiliki atribut (perintah pelengkap), format penulisannya
adalah sebagai berikut:
<Perintah atribut1=”nilai” atribut2=”nilai” … atributn=”nilai”>
. . . objek yang diatur …
</Perintah>
●
Atribut
bersifat optional. Sebuah Atribut bisa digunakan oleh beberapa perintah. Ada
perintah HTML yang dapat digunakan bila ditulis dengan atributnya, namun ada
pula perintah HTML yang memang tidak memiliki atribut. Perintah yang memiliki
atribut bisa digunakan semua atributnya atau hanya sebagian saja.
Setiap atribut memiliki nilai, jika nilai
berupa kata-kata dalam huruf maka cara mendefinisikan nilainya harus diapit
dengan petik ganda ( “ ), sedangkan bila nilainya adalah angka atau persen maka
cara mendefinisikannya tanpa perlu diapit oleh tanda petik ganda.Contoh mendefinisikan atribut pada sebuah
perintah HTML:
Perintah utama = BODY
Atribut =
Bgcolor
Nilai atribut = “Orange”
Latih1.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Mencoba HTML </TITLE>
</HEAD>
<BODY Bgcolor= “Orange”>
Hallo, Tulisan ini dibuat dengan perintah
HTML
</BODY>
</HTML>
Keterangan:
1. Editlah file latih1.html dengan
menambahkan contoh atribut diatas kemudian disimpan (Notepad = File/Save atau
tekan tombol “Ctrl” dan “s”)
2. Aktifkan Browser (Internet Explorer) yang
menampilkan Latih1.html kemudian klik tombol “refresh” untuk melihat perubahan
tampilan dokumen setelah ditambahkan perintah atribut diatas.
Catatan:
●
Salahsatu
atribut pada perintah BODY adalah Background.
●
Fungsi
dari Background adalah untuk mengatur warna latar belakang.
●
Background
juga merupakan atribut pada perintah <TABLE>, <TR>, <TD>, dll
●
Nilai
dari atribut Background adalah warna. Untuk mendefinisikan warna bisa dengan
cara disebutkan menggunakan sebutan warna dalam bahasa Inggris (Merah=”Red”,
Ungu=”Purple”, Coklat=”Brown”,dll) atau dengan menyebutkan dengan kode warna
RGB.
●
Penulisan
kode warna RGB= “# x x x x x x” ( x = angka hexadesimal), 2 angka I
mendefinisikan intensitas warna “Merah”, 2 angka II mendefinisikan intensitas
warna “Hijau” dan 2 angka III mendefinisikan intensitas warna “Biru”.
Contoh mendefiniskan warna dengan kode
warna RGB:
#000000 =
Hitam #00ff00 = Hijau #ffffff = Putih
#ff0000 =
Merah #0000ff = Biru #ff9227 = Orange
●
Kode
warna RGB dapat mendefinisikan 16 juta warna
●
Dalam
mendefinisikan warna disarankan menggunakan pendefinisian menggunakan
kode warna RGB untuk ketepatan warna yang dimunculkan.
I. Sifat
Pengaturan Text Penggunakan Perintah Pemrograman pada Dokumen HTML
●
Fungsi
tombol enter pada penulisan program di editor (Notepad) tidak dianggap sebagai
perintah ganti baris.
●
Perintah
untuk ganti baris pengetikan menggunkan perintah <BR>.
Contoh:
Latih1.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
Mencoba HTML </TITLE>
</HEAD>
<BODY
Bgcolor= “Orange”>
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML
</BODY>
</HTML>
Hasilnya:
Keterangan:
Walaupun di editor satu
kalimat deketik satu baris sendiri, tapi ketika ditampilkan di browser tulisan
kalimat akan dilanjutkan dikanannya, baru kemudian diletakkan ke baris
dibawahnya bila sudah tidak muat.
Ditambahkan perintah <BR>
Latih1.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
Mencoba HTML </TITLE>
</HEAD>
<BODY
Bgcolor= “Orange”>
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML <BR>
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML <BR>
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML <BR>
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML <BR>
Hallo,
Tulisan ini dibuat dengan perintah HTML <BR>
</BODY>
</HTML>
Hasilnya:
Keterangan:
Karena disetiap ujung baris
kalimat ditambahkan perintah <BR> maka
kalimat berikutnya diletakkan pada baris dibawahnya.
Fungsi
tombol spacebar untuk memunculkan karakter kosong ( “ “ ) pada penulisan
program di editor (Notepad) dianggap hanya sebagai pemisah kata dalam kalimat
dan hanya ditampilkan 1 karakter kosong saja jika ditampilkan dibrowser.
Karakter kosong dari spacebar hanya bisa ditampilkan jika diletakkan di tengah
diantara kata dan tidak bisa ditampilkan jika diletakkan di awal atau di akhir
kalimat atau ketikan kedua dan seterusnya.
Jarak antar huruf 2 karakter kosong yang diketik dari tombol
Spacebar
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
Mencoba HTML</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
S
o l o
B e r
s e r
i
</BODY>
</HTML>
Hasilnya:
Jarak antar huruf hanya ditampilkan
1 karakter kosong
●
Untuk
menampilkan karakter kosong yang diletakkan di awal atau akhir baris kalimat
atau diletakkan di tengah untuk karakter kosong kedua dan seterusnya,
diwakilkan dengan perintah kode:  
(harus diketik dengan huruf kecil semua)
Setiap huruf diapit 2 perintah  
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
Mencoba HTML</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
  S  o  l  o  
B  e  r  s  e  
r  i  
</BODY>
</HTML>
Jarak
antar huruf 2 karakter kosong
●
Panjang
baris kalimat dipengaruhi oleh lebar windows browser penampil.
Panjang
baris kalimat mengikuti lebar windows browser
penampil
PADA
PEMROGRAMAN HTML
I. Pengaturan
tampilan default (standar) pada
dokumen HTML dengan perintah BODY.
Fungsi
dari perintah BODY adalah untuk tempat mendefinisikan isi dari suatu dokumen
HTML. Setiap isi yang ditampilkan pada dokumen yang bersangkutan harus ditulis
diantara penulisan perintah <BODY> … </BODY>.
Pada
perintah ini memiliki beberapa atribut antara lain:
●
Background=”file_gambar”
Menampilkan dokumen dengan latar belakang
gambar bitmap.
●
Bgcolor=”warna”
Mengatur warna latar belakang dokumen,
jika tidak didefinisikan dokumen ditampilkan dengan warna putih.
●
Link=”warna”
Mengatur warna Hyperlink (menu dalam
bentuk tulisan yang jika di-klik maka tampilan akan berubah sesuai tujuan
definisi hyperlink) yang belum pernah digunakan / di-klik. Jika tidak
didefinisikan maka menggunakan warna biru.
●
VLink=”warna”
Mengatur warna Hyperlink (menu dalam
bentuk tulisan yang jika di-klik maka tampilan akan berubah sesuai tujuan
definisi hyperlink) yang sudah pernah digunakan / di-klik. Jika tidak
didefinisikan maka menggunakan warna ungu.
●
Text=”warna”
Contoh
sebuah hyperlink
Jika
kursor melintas diatasnya bentuk kursor akan
berubah dari
ke
Mengatur warna tulisan dokumen, jika tidak
didefinisikan menggunakan warna hitam.
Contoh penggunaan atribut pada perintah
BODY:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
Mencoba HTML </TITLE>
</HEAD>
<BODY link="yellow"
vlink="blue" text="white" bgcolor="black">
<A
href="latih2.html"> Ini Hyperlink </A> <br>
Yang
ini hanya tulisan biasa
</BODY>
</HTML>
Keterangan:
Pada penggunaan perintah BODY diatas
diatur tampilan pada dokumen untuk warna tulisan berwarna putih
(text="white") dengan latar belakang dokumen berwarna hitam (bgcolor="black") dan sebagai
penanda jika suatu hyperlink belum pernah di-klik berwarna kuning
(link="yellow") dan penanda jika hyperlink sudah pernah di-klik
berwarna biru (vlink="blue").
Catatan:
Jika perintah BODY didefinisikan tanpa atribut
apapun maka bentuk tampilan dokumennya adalah:
●
Warna
latar belakang dokumen putih
●
Warna
huruf hitam
●
Warna
hyperlink biru dengan garis bawah
●
Warna
hyperlink yang sudah diklik berwarna ungu dengan garis bawah
II. Pengaturan
tampilan huruf tulisan dokumen dengan perintah FONT.
Penggunaan perintah FONT harus menggunakan
atribut yang dimilikinya. Berikut ini atribut pada perintah FONT:
●
Face=”jenis font”.
Mengatur tampilan jenis font yang
digunakan pada tulisan yang diapit oleh perintah font.
Contoh:
<FONT
face=”Arial, Helvetica, San Serif”>
ini tulisannya </FONT>
Keterangan:
Pada contoh diatas diatur tampilan tulisan
yang diapit oleh perintah FONT menggunakan type huruf Arial, jika type huruf
tersebut tidak ada dikomputer pengguna maka menggunakan type huruf Helvetica
dan jika keduanya tidak ada maka menggunakan type huruf San Serif. Namun jika
ketiga huruf tersebut tidak ada pada komputer pengguna maka menggunakan seting
jenis huruf default pada masing-masing browser penampil dokumen.
Pengaturan
tampilan jenis font default pada browser:
●
Internet Explorer: Menu:\Tools \Internet Options \Tab
General \Tombol Font
●
Mozilla FireFox: Menu \Tools \Options \Tab General \Font
& Colors
●
Opera : Menu \Tools \Options \Preferences \Web Pages \ Tombol Normal
Font.
Catatan:
Pengaturan type font pada dokumen HTML
sebaiknya menggunakan type font standar, yaitu type font yang ada disetiap
komputer baik windows, linux, macintosh, dll. Jika terpaksa harus menggunakan
tampilkan huruf yang tidak standar, misalnya tulisan dengan bentuk, sebaiknya
tulisan tersebut ditampilkan dalam bentuk gambar.
Tulisan
seperti ini sebaiknya dibuat dalam bentuk gambar sehingga terhindar dari
permasalahan perbedaan tampilan dikomputer.
Tulisan
Indah
●
Color=”Warna”.
Mengatur tampilan warna tulisan yang
diapit oleh perintah font.
Contoh:
<FONT
color=”Blue”>
tulisan ini berwarna biru </FONT>
●
Size= angka 1 s/d 7
Mengatur ukuran huruf tulisan yang diapit
oleh perintah font. Semakin besar angkanya semakin besarpula tulisannya
Contoh:
<FONT
Size=3>
ini tulisan berukuran sedang </FONT>
Catatan:
Nilai atribut size pada perintah font bisa
juga bernulai +n atau -n jika sebelumnya telah didefinisikan
ukuran standar huruf pada dokumen dengan perintah <BASEFONT Size=angka>. “+” jika ukuran dibesarkan dari ukuran
standar dan “-“ untuk mengecilkan.
Contoh:
<BASEFONT
Size=5 >.
<FONT
Size= +2> tulisan ini dibesarkan dari ukuran
standar </FONT> <br>
<FONT
Size= -3> tulisan ini dikecilkan dari ukuran
standar </FONT>
Contoh penggunaan atribut pada perintah
FONT:
<FONT Color=”Purple” Size=5
Face=”Arial Narrow”>
Mencoba
perintah pengaturan tampilan <FONT Color=”red”>
tulisan </FONT>
</FONT>
Keterangan:
Pada contoh diatas diatur tampilan tulisan
menggunakan ukuran 5 (agak besar) dengan bentuk huruf Arial Narrow. “Mencoba
perintah pengaturan tampilan” ditampilkan dengan warna ungu (puple) sedangkan
“tulisan” menggunakan warna merah (red).
III. Perintah-perintah
pengaturan tampilan style tulisan
pada dokumen.
Pada perintah pemrograman HTML juga
memiliki pengaturan style tulisan seperti menebalkan, memiringkan, memberi garis
bawah, dll. Berikut ini perintah-perintah style tulisan pada program HTML:
●
<B> Menebalkan </B>
●
<I> Memiringkan </I>
●
<U> Memberi garis bawah </U>
●
<S> Memberi coret ditengah </S>
●
<TT> Menampilkan tulisan seperti huruf mesin
ketik manual </TT>
●
<BIG> Membesarkan ukuran tulisan </BIG>
●
<SMALL> Mengecilkan ukuran tulisan</SMALL>
●
<SUP> Superscript-tampilan pangkat atas </SUP>
●
<SUB> Subscript-tampilan pangkat bawah </SUB>
Contoh penggunaan:
2<SUB><U> a.
<I>b
</I></U></SUB> = X <SUP>2</SUP> . Y
IV. Perintah
perataan tampilan tulisan pada dokumen.
Untuk tulisan biasa bukan paragrap atau
suatu judul (heading) pada dokumen HTML hanya bisa diatur dua posisi perataan
yaitu:
●
Rata kiri (default)
<LEFT> … Tulisan
yang diatur perataannya … </LEFT>
●
Rata tengah
<CENTER> … Tulisan
yang diatur perataannya … </CENTER>
V. Perintah
mendefinisikan suatu paragrap.
Dalam suatu dokumen HTML pentuk tulisan
dibedakan antara lain berupa Tulisan biasa dan tulisan paragrap. Tulisan
paragrap biasanya terdiri dari beberapa kalimat yang menyatu. Suatu kalimat
yang didefinisikan sebagai suatu paragrap bisa diatur perataannya kalimatnya
antara lain rata kiri (default), tengah dan kanan. Sedangkan rata kanan-kiri
(justify) tidak bisa didefinisikan menggunakan perintah HTML. Berikut ini
format penggunaan perintah pengaturan suatu paragrap:
<P Align=”posisi perataan”> …isi paragrap yang diatur … </P>
Nilai
atribut Align (posisi perataan):
●
Left = Perataan
isi paragrap rata kiri (default)
●
Center = Perataan
isi paragrap rata tengah
●
Right = Perataan
isi paragrap rata kanan
Keterangan:
Jika atribut Align tidak didefinisikan,
atau hanya didefinisikan seperti berikut ini:
<P> … isi
paragrap yang diatur … </P>,
maka paragrap tersebut ditampilkan dengan perataan kiri.
VI. Perintah
mendefinisikan suatu judul.
Setiap
dokumen pasti memerlukan suatu judul. Judul suatu bab pada dokumen, judul sub
bab dan berbagai bentuk judul lainnya. Untuk membuat tampilan judul pada
perintah HTML menggunakan perintah Heading. Karena sudah ada fasilitas
pendefinisian judul para HTML maka untuk setiap tampilan judul jangan
didefinisikan sebagi tulisan biasa. Dengan mengguakan perintah heading posisi
perataan judul tersebut bisa diatu rata kiri, tengah atau kanan. Berikut ini
format pendefinisian perintah Heading:
<Hx
Align=”posisi perataan”> …
Judul yang ditampilkan … </Hx>
Keterangan:
●
x ( pada
Hx
) : didefinisikan menggunakan angka 1 s/d 7.
Semakin besar angkanya,
tulisan judul akan semakin mengecil.
●
Align =”posisi perataan” : atribut pengatur posisi perataan judul,
nilai untuk atribut ini adalah: “Left” untuk rata kiri, “Center”
untuk rata tengah, “Right” untuk rata kanan.
Berikut
ini listing perintah HTML untuk melihat perbedaan jenis Heading:
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
<B><U>Tampilan
heading:</U></B>
<H1>
heading 1 </H1>
<H2>
heading 2 </H2>
<H3>
heading 3 </H3>
<H4>
heading 4 </H4>
<H5>
heading 5 </H5>
<H6>
heading 6 </H6>
<H7>
heading 7 </H7>
VII. Pengaturan
tampilan tulisan menggunakan Preformated Text.
Dengan
perintah Preformated Text membuat browser dalam menampilkan isi tulisan dokumen
akan ditampilkan seperti yang ditulis pada program. Hal ini berarti setiap
karakter apapun yang diketik akan dimunculkan apa adanya termasuk menekan
tombol Enter akan dianggap sebagai
perintah ganti baris kalimat dan karakter kosong dari menekan tombol Spacebar akan ditampilkan sejumlah
karakter kosong yang diketik diprogram. Namun demikian tampilan huruf yang
digunakan adalah jenis Monospaced (setiap karakter memiliki
lebar karakter yang sama), tampilan jenis ini seperti halnya huruf yang
digunakan pada mesin ketik manual. Tapi walaupun demikian pengaturan style
tulisan masih bisa digunakan seperti menebalkan <B>, memiringkan
<I> dan garis bawah <U>. Berikut ini adalah format penggunaan
perintah Preformated Text:
<PRE> …
isi tulisan yang diatur … </PRE>
Contoh penggunaan:
<B><U>Preformated
Text:</U></B>
<PRE>
Ganti baris
menggunakan tombol <B><I>ENTER</I></B>
S p
a c e
B a r
tanpa <B>&NBSP</B>
---------- ----
/ ..........\
/////
/ |...........\/////
/-|| B O M
|)))###
\-|| A T o M
|====###
\ |=========== |)))###
\|========== /\\\\\
==========/
\\\\\
----
</PRE>
Hasilnya:
VIII. Menampilkan
asesoris garis horiontal
Agar tampilan dokumen menarik, dapat
digunakan asesoris garis horisontal. Untuk menampilkan garis horisontal dapat
menggunakan perintah <HR> ,
dengan atribut antara lain:
●
Size = Angka.
Mengatur ketebalan garis, semakin besar angka semakin tebal garis.
●
Width = Angka (pixel)
atau Persen. Mengatur lebar garis, jika menggunakan angka berarti menggunakan
satuan pixel sedangkan persen berbanding dengan lebar window browser penampil.
●
Align = “Left”/ ”Center” / ”Right”. Mengatur
tampilan perataan garis. Nilai defaultnya adalah rata tengah.
●
Color = “warna”. Mengatur warna garis yang
ditampilkan.
●
Noshade. Garis ditampilkan tanpa bayangan
1
Contoh
penggunaan:
2
<HR>
3
<HR
Width=150
Color="blue">
4
<HR
Width=50% Size=5
Align="left">
2
<HR
Size=10 Noshade>
Hasilnya:
1
2
3
4
PADA
PEMROGRAMAN HTML
Dalam
membuat tampilan sebuah tabel pada perintah HTML memiliki 3 komponen perintah
antara lain:
1.
<TABLE> … </TABLE>
Berfungsi untuk memulai perintah
mendefinisikan tampilan tabel.
2.
<TR>… </TR>
Berfungsi untuk mendefinisikan baris dalam
tabel.
3.
<TD> … </TD> atau <TH> …
</TH>
Berfungsi untuk mendefinisikan kolom dalam
baris tabel.
Contoh
Pendefinisian Tampilan Tabel :
<table
border=1>
<tr> <th> Judulkolom1</th>
<th>
Judulkolom2</th>
<th>
Judulkolom3</th>
<th>
judulkolom4</th>
</tr>
<tr> <td> baris2,kolom1</td>
<td>
baris2,kolom2</td>
<td>
baris2,kolom3</td>
<td>
baris2,kolom4</td>
</tr>
<tr> <td> baris3,kolom1</td>
<td>
baris3,kolom2</td>
<td>
baris3,kolom3</td>
<td>
baris3,kolom4</td>
</tr>
</table>
Hasilnya:
Dari contoh diatas dapat dipahami bahwa
dalam membuat sebuah tampilan tabel pada HTML dengan cara mendefinisikan baris
tabel dengan perintah <TR> terlebih dahulu kemudian baru mendefinisikan
cell isi dari baris tabel yang bersangkutan dengan perintah <TD> atau
<TH>.
Catatan:
Untuk mendefinisikan tabel dengan tampilan
1 baris dan 1 kolom, ketiga komponen perintah HTML wajib didefinisikan.
I. Perbedaan
dari perintah <TD> dengan <TH>:
Gunakan perintah <TH> jika akan
mendefinisikan cell yang berfungsi sebagai judul kolom tabel (biasanya
cell-cell isi baris pertama pada tabel). Kelebihannaya adalah jika isi kolom
diapit dengan perintah <TH> … </TH> maka isi kolom tersebut
ditampilkan dengan huruf tebal dan rata tengah. Sedangkan <TD> digunakan
untuk mendefinisikan isi kolom biasa dimana nanti akan ditampilkan dengan huruf
tidak ditebalkan dan rata kiri.
II.
Atribut pada komponen-komponen perintah
tabel:
●
Border = Angka, Atribut pada perintah TABLE untuk
mengatur ketebalan bingkai tabel. Semakin besar angkanya maka garis bingkai
akan semakin besar pula.
●
Bordercolor = “warna”, Atribut pada perintah TABLE
untuk mengatur warna bingkai tabel.
●
Bgcolor= ”warna”, Atribut untuk mengatur warna
latar belakang. Atribut ini bisa diletakkan pada ketiga komponen perintah
tabel.
<Table
Bgcolor=”warna”>
berpengaruh pada satu tabel.
<TR
Bgcolor=”warna”>
berpengaruh pada satu baris tabel.
<TD Bgcolor=”warna”> berpengaruh pada satu cell tabel saja.
●
Background= ”filegambar”, Atribut untuk mengatur warna
latar belakang dengan tampilan gambar. Atribut ini bisa diletakkan pada ketiga
komponen perintah tabel
●
CellSpacing=angka, Jarak antar cell dalam tabel
Cellspacing
●
CellPadding=angka, Jarak antara isi cell dengan
bingkai cell
Cellpadding
…isi cell…
Bingkai tabel
Kotak cell
●
Width=angka atau persen, menentukan lebar tabel. Jika didefinisikan
dengan angka berarti mendefinisikan lebar tabel dengan menggunakan satuan pixel
dan jika menggunakan persen berarti lebar tabel adalah sebanding dengan
persentase lebar windows browser penampil. Atribut ini juga bisa digunakan pada
perintah <TD> atau <TH> untuk menentukan lebar kolom pada tabel.
Jika atribut ini tidak didefinisikan maka lebar tabel mengikuti lebar cell yang
bergantung pada panjangnya isi pada masing-masing cell.
●
Height=angka atau persen, menentukan tinggi tabel. Pendefinisiannya
sama dengan penggunaan atribut Width.
III.
Menggabung Cell
Pada pemrograman HTML hanya mengenal
perintah menggabung cell (merge cell) tetapi tidak mengenal perintah memecah
cell. Perintah pendefinisiannya adalah sebagai atribut perintah <TD> atau <TH>.
●
<TD Colspan=angka>
menggabung cell beda kolom
●
<TD Rowspan=angka>
menggabung cell beda baris
Contoh penggunaan perintah menggabung
cell:
<table border=1>
Baris 1
<tr bgcolor=”green”>
<th>
Judulkolom1</th>
<th>
Judulkolom2</th>
<th>
Judulkolom3</th>
<th> judulkolom4</th>
</tr>
<tr>
<td
bgcolor="pink"> baris2,kolom1</td>
Baris 2
<td
rowspan=2> baris2&3,kolom2</td>
<td rowspan=2 colspan=2>
baris2&3,kolom3&4 </td>
</tr>
Baris 3
<tr>
<td
bgcolor="pink"> baris3,kolom1</td>
</tr>
<tr>
<td
colspan=2> baris4,kolom1&2</td>
<td>
baris4,kolom2</td>
<td>
baris4,kolom3</td>
Baris 4
</tr>
</table>
Width
Hasilnya:
|
Judulkolom1
|
Judulkolom2
|
Judulkolom3
|
judulkolom4
|
|
baris2,kolom1
|
baris2&3,kolom2
|
baris2&3,kolom3&4
|
|
|
baris3,kolom1
|
|
|
|
|
baris4,kolom1&2
|
|
baris4,kolom2
|
baris4,kolom3
|
Contoh
Listing Membuat Tampilan Tabel:
Tabel.html
|
1.
|
<HTML>
|
|
2.
|
<HEAD></HEAD>
|
|
3.
|
<BODY>
|
|
4.
|
<font
face="arial narrow">
|
|
5.
|
<table
border=1 cellspacing=0 cellpadding=2 bodercolor=”black”>
|
|
6.
|
<tr
bgcolor="black">
|
|
7.
|
<th
colspan=3>
|
|
8.
|
<font
color="White">
|
|
9.
|
Harga
Komoditas Beras <br>
|
|
10.
|
di
Kota Surakarta
|
|
11.
|
</font>
|
|
12.
|
</th>
|
|
13.
|
</tr>
|
|
14.
|
<tr
bgcolor="gray">
|
|
15.
|
<th
width=150>
|
|
16.
|
<font
color="White">Komoditas </font>
|
|
17.
|
</th>
|
|
18.
|
<th
width=50>
|
|
19.
|
<font
color="White">Satuan </font>
|
|
20.
|
</th>
|
|
21.
|
<th
width=100>
|
|
22.
|
<font
color="White">Harga </font>
|
|
23.
|
</th>
|
|
24.
|
</tr>
|
|
25.
|
<tr> <td> Beras C4 Super</td>
|
|
26.
|
<td
align="center"> 1 kg</td>
|
|
27.
|
<td
align="right"> Rp. 4.600,- </td>
|
|
28.
|
</tr>
|
|
29.
|
<tr> <td> Beras C4 Biasa</td>
|
|
30.
|
<td
align="center"> 1 kg</td>
|
|
31.
|
<td
align="right"> Rp. 4.400,- </td>
|
|
32.
|
</tr>
|
|
33.
|
<tr> <td> Mentik Wangi</td>
|
|
34.
|
<td
align="center"> 1 kg</td>
|
|
35.
|
<td
align="right"> Rp. 4.500,- </td>
|
|
36.
|
</tr>
|
|
37.
|
</table>
|
|
38.
|
</font>
|
|
39.
|
</BODY>
|
|
40.
|
</HTML>
|
Hasilnya:
|
Baris no.14 s/d no.23
Baris no.6 s/d no.13
Harga Komoditas Beras
di Kota Surakarta
|
|
|
|
Komoditas
|
Satuan
|
Baris no.24 s/d no.28
Harga
|
|
Beras
C4 Super
|
1
kg
|
Baris no.29 s/d no.32
Rp.
4.600,-
|
|
Beras
C4 Biasa
|
1
kg
|
Baris no.33 s/d no.36
Rp.
4.400,-
|
|
Mentik
Wangi
|
1
kg
|
Rp.
4.500,-
|
100
pixel
150
pixel
50
pixel