Berdasarkan hasil hitung cepat atau
quick count, sejumlah lembaga survei pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April
kemarin perolehan suara PDI Perjuangan paling tinggi ketimbang partai lainnya.
Namun, perolehan itu jauh dari target PDIP sendiri.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio menilai, dengan perolehan suara hasil quick count itu maka PDIP harus melakukan evaluasi. "PDIP harus evaluasi 2 hal penting," ucap Agung dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/4/2014).
"Hal pertama yang mesti dievaluasi adalah tim sukses Jokowi. Kedua, pencapresan Jokowi," imbuh dia.
Agung menjelaskan, hasil Pileg 2014 merupakan gambaran dari slogan 'PDIP No, Jokowi Yes'. Karena itu, menurutnya, tim sukses Jokowi harus dievaluasi karena mereka tidak mampu menciptakan Jokowi effect dalam Pileg.
Ia menambahkan, jika 'kesucian' Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu telah ternoda dan sulit lagi dikembalikan melalui positif campaign maupun counter attack. Oleh karena itu, pencapresan Jokowi juga harus dievaluasi oleh PDIP.
Agung pun melihat, tak begitu signifikannya perolehan suara dalam hasil quick count itu, menunjukkan sosok Jokowi sebagai bakal calon presiden sudah jadi kartu mati. Dia kini dinilainya sudah tak lagi menjadi kartu AS bagi PDIP. "Di sini Jokowi telah menjadi kartu mati dan bukan lagi kartu AS buat PDIP," tandas Agung. - See more at: http://m.liputan6.com/indonesia-baru/read/2035453/pdip-tak-capai-target-pencapresan-jokowi-diminta-dievaluasi#sthash.9CeDXky7.dpuf
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio menilai, dengan perolehan suara hasil quick count itu maka PDIP harus melakukan evaluasi. "PDIP harus evaluasi 2 hal penting," ucap Agung dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/4/2014).
"Hal pertama yang mesti dievaluasi adalah tim sukses Jokowi. Kedua, pencapresan Jokowi," imbuh dia.
Agung menjelaskan, hasil Pileg 2014 merupakan gambaran dari slogan 'PDIP No, Jokowi Yes'. Karena itu, menurutnya, tim sukses Jokowi harus dievaluasi karena mereka tidak mampu menciptakan Jokowi effect dalam Pileg.
Ia menambahkan, jika 'kesucian' Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu telah ternoda dan sulit lagi dikembalikan melalui positif campaign maupun counter attack. Oleh karena itu, pencapresan Jokowi juga harus dievaluasi oleh PDIP.
Agung pun melihat, tak begitu signifikannya perolehan suara dalam hasil quick count itu, menunjukkan sosok Jokowi sebagai bakal calon presiden sudah jadi kartu mati. Dia kini dinilainya sudah tak lagi menjadi kartu AS bagi PDIP. "Di sini Jokowi telah menjadi kartu mati dan bukan lagi kartu AS buat PDIP," tandas Agung. - See more at: http://m.liputan6.com/indonesia-baru/read/2035453/pdip-tak-capai-target-pencapresan-jokowi-diminta-dievaluasi#sthash.9CeDXky7.dpuf
Berdasarkan
hasil hitung cepat atau quick count, sejumlah lembaga survei pada
Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April kemarin perolehan suara PDI Perjuangan
paling tinggi ketimbang partai lainnya. Namun, perolehan itu jauh dari
target PDIP sendiri.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio menilai, dengan perolehan suara hasil quick count itu maka PDIP harus melakukan evaluasi. "PDIP harus evaluasi 2 hal penting," ucap Agung dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/4/2014).
"Hal pertama yang mesti dievaluasi adalah tim sukses Jokowi. Kedua, pencapresan Jokowi," imbuh dia.
Agung menjelaskan, hasil Pileg 2014 merupakan gambaran dari slogan 'PDIP No, Jokowi Yes'. Karena itu, menurutnya, tim sukses Jokowi harus dievaluasi karena mereka tidak mampu menciptakan Jokowi effect dalam Pileg.
Ia menambahkan, jika 'kesucian' Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu telah ternoda dan sulit lagi dikembalikan melalui positif campaign maupun counter attack. Oleh karena itu, pencapresan Jokowi juga harus dievaluasi oleh PDIP.
Agung pun melihat, tak begitu signifikannya perolehan suara dalam hasil quick count itu, menunjukkan sosok Jokowi sebagai bakal calon presiden sudah jadi kartu mati. Dia kini dinilainya sudah tak lagi menjadi kartu AS bagi PDIP. "Di sini Jokowi telah menjadi kartu mati dan bukan lagi kartu AS buat PDIP," tandas Agung. - See more at: http://m.liputan6.com/indonesia-baru/read/2035453/pdip-tak-capai-target-pencapresan-jokowi-diminta-dievaluasi#sthash.9CeDXky7.dpuf
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio menilai, dengan perolehan suara hasil quick count itu maka PDIP harus melakukan evaluasi. "PDIP harus evaluasi 2 hal penting," ucap Agung dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/4/2014).
"Hal pertama yang mesti dievaluasi adalah tim sukses Jokowi. Kedua, pencapresan Jokowi," imbuh dia.
Agung menjelaskan, hasil Pileg 2014 merupakan gambaran dari slogan 'PDIP No, Jokowi Yes'. Karena itu, menurutnya, tim sukses Jokowi harus dievaluasi karena mereka tidak mampu menciptakan Jokowi effect dalam Pileg.
Ia menambahkan, jika 'kesucian' Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu telah ternoda dan sulit lagi dikembalikan melalui positif campaign maupun counter attack. Oleh karena itu, pencapresan Jokowi juga harus dievaluasi oleh PDIP.
Agung pun melihat, tak begitu signifikannya perolehan suara dalam hasil quick count itu, menunjukkan sosok Jokowi sebagai bakal calon presiden sudah jadi kartu mati. Dia kini dinilainya sudah tak lagi menjadi kartu AS bagi PDIP. "Di sini Jokowi telah menjadi kartu mati dan bukan lagi kartu AS buat PDIP," tandas Agung. - See more at: http://m.liputan6.com/indonesia-baru/read/2035453/pdip-tak-capai-target-pencapresan-jokowi-diminta-dievaluasi#sthash.9CeDXky7.dpuf







0 komentar:
Posting Komentar